Skip to main content

Penalaran deduksi dalam hukum forex


Hukum adalah hak UU perUUan yang dibujo oleh yang berwenang, fikiran-fikiranny dirumuskan dalam bentuk normativo Hukum adalah kesepakatan bersama yang berisi hak dan kewajiban. Jika dilanggar ada sanksinya. Sanksi adalah: akibat dari suatu perbuatan. Logika adalah suatu yang masuk dan diterima akal sehat yang muncul dari 2 permis atau fakta yang ada, sebagai permis yang ke3 ats kerja nalar. Logika: sesuatu yang ditemukan oleh akal. Logika hukum: hal-hal yang berkaitan dengan hukum. Logika: cara menarik kesimpulan yang tepat Tanpa memahami logika, orang tidak bias bernalar dengan benar. Ex: semua makhluk hidup akan mati. 1. Logika general 2. Logika spesifik Menurut Dr. Nurul Qomar. Logika hukum adalah penarikan kesimpulan dengan mengunakan nalar yang tepat. Dalam sistematis hukm dikenal: 1. Asas hukum: merupakan pancaran lahirnya suatu kaidah-kaidah hukum 2. Kaidah hukum: penuntun atau petunjuk hukum 3. Peraturan perUUan: wadah atau media dari kaidah hukum Asas hukum dan kaidah hukum tidak bias dilepas, karena aka nada Konsekuensi yang tidak baik. Ada 3 pendekatan: 1. Epistemologia: suatu cara untuk mendapatkan sesuatu yang baik Ada 3 tingkat keberlakuan hukum 2. Sosiologi empiris Hukum yang baik adalah hukum yang dibujo untuk misi kemanusiaan. Berlgika melakukan penalaran Seseorang mampu berlogika apabila ia mampu melakukan penal. Penalaran: proses berfikir untuk menghasilkan sesuatu kesimpilan-kesimpulan tentang sesuatu. Berlogika: untuk menarik kesimpulan yang tepat dan benar, karena melalui proses nalar berfikir, dengan melalui dua pendekatan yaitu Semua kebenaran didunia adalah kebenaran relativo Berlogika hukum: yaitu penalaran berdasarkan konsep hukum Berlogika hukum: berlogika berdasarkan hukum sechel objektif tentang hukum akhirnya melahirkan kesimpulan-kesimpulan Hukum. Pendekatan induksi: penarikan kesimpulan dari titik starnya adalah spesifik-spesifk yang khusus Pendekatan deduksi: berangkat dari titik star yangumum ke kesimpulan khusus Dipergunakan dalam masalah-masalah hukum terhadap peristiwa hukum yang ada hikmahnya menurut pendekatan deduksi, hak itu dinamis. Percepwa yang terjadi namun belum ada hikmahnya deduksi Recht Vinding: pembentukan hukum (deduksi) Recht Vorming: pembentukan hukum (inuksi) Catatan: yang umum digunakan adalah pendekatan deduksi .. Dalam berilmu ada 3 teory tentang pendekatan kebenran: 1. Teory koherensi: suatu pernyataan Dapat dianggap benar bila ditemukan konsistensi didalamnya Ex: setiap orang dilarang engambil hak orang lain. Intinya (konsisten) 2. Teory korespondensi: suatu pernyataan ang dianggap benar apabila berhubungan secara factual 3. Teory pragmatis: intinya fungsional. Secara factual mempunyai nilai manfaat Menurut L. fridmen ada 3 sistem hukum: 1. Struktur hukum 2. Substansi hukum Logika Hukum dan Penemuan Hukum (Direito Lógico e Recht Vinding) Paham logismo teoria logis lahir pada abad ke 15 tahun 1430. Tahun 1430 logismo: 167 Teory logis 167 Positivisme Hukum Intinya: prodak kekuasaan. Akibat: segala yang dipandang adalah peraturan perUUan. Teory ini mendapat tantangan dari penganut-penganut. Perannya hukum: mengambil maintainusan melalui mekanisme hukum Dalam teory tentang penemuan hukum ada dikenal sistema dengan hukum, secara konseptual dikenal 2 sistem penemuan hukum: 2. Otonom (kebebasan) 3. Dalam perkembangannya atau praktek, sistema ditemukan penemuan hukum merupakan 8220 Misto8221 atau campuran penemuan Hukum. Adapt perbedaan dari ke3 sistem penemuan hukum diatas yaitu: 1. Heteronom: system penemuan hukum yang terikat. Karena tidak ada kebebasan hakim berkreasi mencari norma-norma selain berpatokan pada peraturan perUUan Pemegang utamanya adalah: peraturan 2. Otonom: bisa memilih mendapat tantangan Membro independensi, kemandirian dan kebebasan hakim. Ini lahir dari semangat otonom. Disiplin hakim diposisikan sebagam sosok penerap hukum yang baik dan penilai keadilan yang bijaksana. (Hakim Ideal) 3. Misturado: muncul sebagai suatu semangat hakim untuk menerapkan hukum dengan adil. Hakim yang baik adalah hakim yang menurut faham Misto. Secara garis besar ada 2 metode 1. Interprestasi penafsiran Intinya: pasal itu tidak serta merta dicocokkan dengan peristiwa, jadi harus punya kemampuan untuk menafsirkan. Pasal harus ditafsirkan, dalam penafsirannya berhubungan dengan logika. 2. Konstruksi: intinya ada 3 yaitu: a) Argumentum analogi mengidentifikasi peristiwa yang berbeda tetapi sama Ex: ada 2 peristiwa yang terjadi tapi keduanya sama-sama merugikan orang lain. B) Argumentum a contrario: ada peristiwa yang secara kasat mata sama padahal sebenarnya berbeda. C) Penghalusan hukum: berangkat dari sifat deduktif ke sifat induktif. Memkantu setiap orang berfikir secara logis (berfikir sesuai apa yang sebenarnya), sistematis, metodis (metode ilmiah), praktis (tidak berbelit-belit), dan kritis . 2. Agar manus. Cinta pada kebenaran, sehingga menghindari kekeliruan Logika terbagi kepada: 1. Logika alamiah. Ciri-cirinya: 2. Logika ilmiah (epistemologia de terkait dengan), cirri-cirinya: memperhalus cara berfikir (tidak dipengaruhi tendensi-tendensi atau hal-hal lain) yaitu: c. Selalu objektif d. Sangat sedikit terjadi kekeliruan 183 Maternel penalista 183 Formil terkait dengan metode ilmiah yang disebut dengan metode deduktif dan induktif. Tujuan belajar logika hukum 1. Agar bias berfikir secara konstruktif terhadap masalah fenomena hukum 2. Untuk menemukan dan menyelesaikan problema-problema hukum yang terjadi dimasyarakat PRINSIP LOGIKA HUKUM Silogismo: yaitu bentuk pemikiran secara deduktif yang tidak langsung yang mana kesimpulannya ditarik dari dua kesimpulan atau dua Permis yaitu mayor dan mine, yang tersedia sekaligus kemudian melahirkan suatu konklusi. Prinsip secara silogismo ada 4 bentuk: 1. Médio menjadi subjek pada premis mayor, dan menjadi predikat pada premis menor. Médio foco em dienpan emum pembicara. Rumus: M-p: Makejahatan perbuatan pidana S-M: penúria kejahatan S-P: penúria Perbuatan pidana Ex: semua kejahatan adalah perbuatan pidana. 2. Predikat de menjadi médio, baik pada premis mayor maupun pada premis menor Rumus: P-M: perbuatan pidana: perbuatan sah Ex: perbuatan yang bukan merupakan perbuatan pidana adalah perbuatan yang sah. Sebahagian perbuatan yang tidak bersifat kekerasan adalah perbuatan yang sah (premis menor) Beberapa perbuatan yang tidak bersifat kekerasan adalah bukan perbuatan yang merupakan perbuatan pidana. 3. Medium berada pada subjek baik pada premis mayor maupun menor Rumus: MP: perjanjian timbale balik MS: perjanjian perbuatan hukum Ex: beberapa perjanjian adalah timbale balik (prefeito) Semua perjanjian adalah perbuatan hukum (menor) Beberapa perbuatan hukum adalah timbale balik (kesimpulan ) 4. Médio menjadi predikat pada premis mayor, dan subjek pada premis menor. Ex: semua bentuk pencurian adalah delik harta benda (prefeito) Tidak satupun delik harta benda adalah delik kesusilaan (menor) Tidak ada delik kesusilaan merupakan delik pencurian (kesimpulan) Delik kesusilaan bukan delik pencurian (logikanya) Adapt perbedaannya terletak pada premis mayor dan mineiro. Mediumnya menjadi subjek keumumannya bersifat universal. Mediumnya menjadi predikat keumumannya tidak bersifat universal Logika bersifat: universal, factual dan versial Mengapa norma hukum sangat terkait dengan logika Karena pada dasarnya semua problema hukum harus diselesaikan walaupun tidak ada normanya. Ada 3 sebab logika hukum terkait dengan norma hukum: 1. Pata saat dibuat peraturan kadang terabaikan atau tidak terfikirkan 3. Karena dinamika selalu berubah-ubahPenalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposição proposição yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposição yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposição baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (conseqüência). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi. Macam-macam Penalaran, Penalaran ada dua jenis yaitu: 1. Penalaran Induktif Penalaran induktif adalah penalaran yang memberlakukan atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum (Smart, 1972: 64). Penalaran ini lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau empiri. Dengan kata lain penal, induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum. (Suriasumantri, 1985: 46). Inilah alasan eratnya kaitan antara logika induktif dengan istilah generalisasi. Contoh. - Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan - Ikan Paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan kesimpulan 8212gt Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan 2. Penalaran Deduktif Penalaran deduktif dibidani por filosof Yunani Aristoteles merupakan penal yang beralur dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum Menuju pada penyimpulan yang bersifat khusus. Sang Bagawan Aristoteles (Van Dalen: 6) menyatakan bahwa penalaran deduktif adalah, um discurso em que certas coisas estão sendo postadas, algo além do que é postulado necessariamente segue delas. Pola penalaran ini dikenal dengan pola silogisme. Pada penalaran deduktif menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Corak berpikir deduktif adalah silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif. Dalam penalaran ini tedapat premis, yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan. Untuk penarikan kesimpulannya dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Penarikan kesimpulan secara langsung diambil dari satu premis, sedangkan untuk penarikan kesimpulan tidak langsung dari dua premis. Contoh: - Laptop adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi - DVD Jogador adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi kesimpulan 8212gt semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi Induksi adalah proses berpikir di dalam akal kita dari pengetahuan tentang kejadian atau pristiwa - Prêmio Dan Hal-Hal Yang Lebih Kongkrit Dan Khusus Untuk Menyimpulkan Pengetahuan yang Lebih Umum Seperti: Besi di panaskan memuai Seng di panaskan memuai Emas di panaskan memuai Perak di panaskan memuai Besi, Seng, Emas dan Perak adalah logam Jadi. Setiap logam yang di panaskan akan memuai. Cara penguin Induksi ada dua keuntungan adalah sebagai berikut: 1. Kita dapat berpikir secara ekonomis meskipun ekperimen kita terbatas pada beberapa kasus indivudual 2. Pernyataan yang di hasilkan melalui cara berpikir Induksi memungkinkan proses penalaran selanjutnya baik secara Induktip dan Deduktip Ada dua macam Induktif adalah sebagai Berikut: a. Induksi sempurna Jika putusan umum itu merupakan penjumlahan dari putusan khusus, maka Induksi itu sempurna misalnya. Jika dari masing-masing Mahasiswa pada suatu Fakultas, diketahui bahwa ia warga Negara Indonesia. Maka dapat diadakan putusan (umum) semua Mahasiawa Fakultas itu warga Negara Indonésia. B. Induksi tidak Sempurna Jika putusan umum dari Induksi yang bukan merupakan penjumlahan, melainkan seakan-akan loncatan dari yang khusus kepada yang umum, itulah Induksi yang tidak sempurna. Induksi tidak sempura ada dua macam lagi demi sifat yang di milikinya dalam kekuatan putusan yang ternyata: 1. Dalam ilmu alam (ciências) utusan yang tercapai melalui Induksi tidak sempurna berlaku umum, mutlak, jadi tak ada kecualinya. Hukum air mengenai pembekuannya tak mengizinkan pengecualiannya. Tidak ragu-ragu ilmu berani meramalkan tentang pembekuan itu. 2. Ketika ilmu mempunyai objek yang terjadi bisa kena pengaruh dari manusia yang sedikit banyaknya dapat ikut menentukan kejadian-kejadian yang menjadi pandangan Ilmu, maka pula hal lainnya. Ilmu tersebut di namakan Ilmu sosial serta objek penyelidikannya terpengaruhi por kehendak manusia. Deduksi adalah proses pemikiran di dalamnya akal kita dari pengetahuan yang umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus atau proses berpikir dari hal yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus seperti: Semua makhluq yang bernyawa pasti mati Manusia adalah makhluq yang bernyawa Tumbuhan adalah makhluq yang bernyawa Hewan adalah makhluq yang bernyawa Jadi, Manusia, Tumbuhan, Hewan pasti akan mati Penalaran Deduksi mempunyai dua sistem adalah sebagai berikut: 1. Sistem Tertutup Dalam pembahasan ini ada beberapa contoh jalan pikiran deduksi a. Ganbar ini adalah sebuah Jajaran Genjang, jadi sisi-sisinya yang berhadapan itu sama. Ini merupakan contoh pemikiran deduksi kalau kita berpangkal dari defenisi Jajaran Genjang (Empat segi sisi yang berhadapan sejajar) serata, merima semua dalil dan batasan tentang garis loros garanhis, maka denga satu rangkaian langkah-langkah dapat di buktikan bahwa sisi yang berhadapan itu sama . Dalam contoh ini semua premis (titik pangkal atau data yang di ketahui) di rumuskan dalam istilah Jajaran Genjang, dan kesimpulan yang di tarik adalah pasti dan tak perlu di ragukan lagi. B. Jumlah ketiga sudut sebuah segi tiga adalah 180 derajat, jadi jumlah sudut-sudutnya sama dengan 180 derajat. Kesimpulan ini pun pasti tidak di ragukan lagi. Tak akan ada pengaruh dari luar yang dapat menggoyakan kepastian kesimpulan terfsebut. 2. Sistem Terbuka Suatu kesimpulan itu pasti apabila kita tau dengan positif dan tanpa ragu-ragu, bahwa kesimpulan yang di tarik adalah benar dan bahwa kesimpulan atau ucapan yang mengatakan sebaliknya itu salah. Jangan berenang di air yang sekotor ini. Nanti terkena penyakit kulit. Ini jelas merupakan suatu jalan Induksi. Dari pengalaman sendiri atau orang lain di tariklah suatu kesimpulan yang umum. Berenang di dalam air yang kotor menyebabkan penyakit kulit. Apakah pasti setiap orang akan kena penyakit Mungkin, Tetapi, Belum tentu

Comments

Popular posts from this blog

Forex que é alavancagem

O dólar do quivi permanece firmemente no backfoot hoje. Na quarta-feira EuroDollar continuou a negociação dentro de 50 pip gama. A moeda européia apreciou de 1.3534 a 1.3584 ontem, combinando o sentimento positivo do fluxo de dinheiro em quase 9, fechando o dia em 1.3543. Esta manhã o Euro desceu ligeiramente, chegando a 1.3529. Nos últimos dois meses, a GBPUSD estabeleceu e negociou dentro de uma faixa de negociação em torno do nível-chave de 1,6450, enquanto se move para baixo para suportar a 1,6250 e até 1,66. S038P 500 fechou 1.06 ponto mais alto (0.06), entretanto como os preços estavam tecendo dentro e para fora entre ganhos e perdas, é mais provável dizer que os preços estão negociando liso um pouco do que levemente bullish. Esta negociação plana foi um resultado de relatórios de ganhos desiguais, o que causou mercado para ser ligeiramente Ouro A commodity continua fraco e vulnerável à desvantagem após a sua recuperação de terça-feira não. Enquanto o nível de 1.267.75, o seu dez...